Sunday, February 7, 2010

Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Permasalahan sampah tidak dapat terlekkan terutama di daerah perkotaan yang memiliki tingkat pertumbuhan dan jumlah penduduk yang tinggi yang pastinya akan menghasilkan sampah baik itu sampah rumah tangga maupun sampah industri. Konsekunsi dari permasalahan tersebut juga akan menimbulkan permasalahan lain seperti permasalhan pencemaran Tanah, air dan udara.
Selama ini pelayanan penanggulangan permasalahan sampah oleh pemerintah tidak menyelesaikan permasalahan, tetapi hanya memindahkan permasalahan dan sama sekali tidak menjadi solusi atas permasalahan sampah yang terjadi. Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota maupun kabupaten hanya memindahan sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir yang pada akhirnya akan menumpuk di TPA tersebut. Bahkan dari tahun ketahun areal TPA makin meluas dan memakan daerah konservasi, seperti yang terjadi di TPA Suwung luas TPA sudah memakan areal mangrove yang notabene adalah daerah konservasi.
Untuk mengurangi permasalahan sampah tersebut saya mengajukan beberapa jalan keluar yakni :
1. Stop Buang Sampah sembarangan, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan kita semua, di Bali kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan masih kurang hal ini terlihat dari serakan sampah di jalanan, mulailah berlangganan sampah lebih baik menyisihkan sedikit uang dari pada membuang sampah di got, lahan kosong ataupun membakarnya, bagi anda pengguna kendaraan roda empat mulailah mengisi kendaraan anda dengan tempat sampah sehingga sampah bisa terkumpul disana.
2. Pemerintah harus mendorong atau membangun tempat pabrik kompos ( dalam skala kecil ) di masing2 Tempat pembuangan sementara, sehingga masyarakat bisa memilah – milah sampah dan mana sampah organic, plastic, kaca dan sebagainya sehingga sampah memberikan nilai ekonomis kepada mayarakat.
3. Dengan cara 4 R yaitu :
a. Reduce yakni bagaimana kita mengurangi pemakaian bahan2 yang susah terurai seperti plastic, karet dan sebagainya
b. Reuse yakni memakai kembali barang – barang yg masih bisa dipergunakan seperti tas platik dan dalam konteks Bali memakai kembali bahan2 upacara yang masih bisa dipergunakan sehingga dapat mengurangi sampah setelah upacara dan menghemat sumber daya alam.
c. Recylce yakni daur ulang sampah seperti sampah palstik yang di daur ulang menjadi tas, kertas bekas atau Koran bisa juga di daur ulang menjadi kertas ataupun kerajinan.
d. Replace yakni mengganti penggunaan bahan seperti tas plastic menjadi keranjang untuk ibu – ibu yang berbelanja di pasar, atau mengganti kertas di kantor anda dengan kertas daur ulang. ( Andy_ walhi bali )