Wednesday, February 10, 2010

STOP!!!! MEMAKU POHON

Genderang Pemilu Kada di Bali sudah di tabuh…. Seperti biasa setiap “ musim” pemilihan umum banyak sekali atribut – atribut yang dipakai baik itu bendera Parpol, Baliho dan alat kampanye lainnya. Pemasangannya pun bisa dimana saja mulai dari perempatan jalan, pasar, Fasilitas Umum dan Pohon pun tidak luput sebagai tempat untuk menempelkan “ Papan Iklan” tersebut. Sehingga suasana kota berubah menjadi ramai oleh pemasangan baliho calon dan atribut partainya. Pemerintah sudah mengatur tempat yang mana saja boleh di pasangi atribut kampanye dan mana yang tidak boleh… para tim sukses seenaknya saja memasang atribut kampanye tersebut sesuka hatinya sehingga satu tempat terdapat berjubel – jubel atribut kampanye dari calon yang berbeda.
Selintas hal seperti ini sudah menjadi pemandangan biasa bagi masyarakat melihat merebaknya atribut kampanye dimana – mana, Tetapi secara estetika tentu saja pemandangan semacam itu sangat merusak keindahan kota… lebih – lebih pemasangan atribut kampanye tersebut di PAKU DI POHON yang sangat bertentangan dengan etika Bali yang begitu memanusiakan tumbuhan sebagai bagian dari kehidupan manusia Bali sendiri ( Ritus Tumpek BUBUH ). Ritus Tumpek Bubuh ini tidak dimaknai sebagai prilaku hidup tetapi hanya sebatas ritual saja… sangat menyedihkan sekali budaya yang begitu luhur di campakkan begitu saja demi kepentingan “ Politik “.
Ada beberapa apasan kenapa Walhi Bali mengecam pemasangan atribut kampanye dengan cara memaku pohon :
1.Sangat bertentangan dengan etika masyarakat Bali ( ritus tumpek bubuh ) yang memanusiakan pohon atau tumbuh – tumbuhan, memaku pohon berarti menyakiti pohon tersebut.
2.Secara estetika merusak keindahan kota
3.Secara logika ketika Pohon di paku, maka akan menimbulkan lobang, lobang tersebut akan mengundang binatang, ulat penggerek batang untuk datang, lama kelamaan ulat tersebut akan mengrek habis batang pohon tersebut yang menyebkan pohon itu busuk dan lapuk, dan ketika musim angina kencang maka pohon akan tumbang bila menimpa orang siapa yang akan bertanggung jawab????? ( andy_walhi bali )

5 comments:

numalasari said...

kita harus tetep menjaga kelestarian lingkungan...

biar bumi tetep hijau...

wisnu joniada said...

setuju...

mungkin sedikit share, di hal kecil yang tidak ada hubungan dengan politik seperti di kampus saya juga terjadi. Di kampus saya pada peringatan Hari Bumi tahun ini teman2 pecinta alanm malah mematok papan besar di pohon peneduh kampus yang bertuliskan " cintai alam kita". adan terbukti pohon itu kini sudah mulai rusak.

saya mulai bingung apakah mencintai alam hanya menjadi sebuah trend atau ideologi. Menurut saya tujuan yang baik tidak membenarkan cara ang salah.

santi said...

nice post

sha said...

setuju...!!

jangan menyakiti pohon dengan menaruh2 papan atau slayer2 dengan paku di pohon!!

go green dan cintai lingkungan!!!

nomor 81 said...

blog yg menarik dan smoga byk yg mengunjungi..:) terima kasih

Post a Comment